[ARTIKEL] 181204 [AudioClip Jinyoung GOT7] Setelah Debut Saya Merasa Seperti Robot, Namun Semua Berbeda Setelah Saya Mengenal Buku

Member GOT7, Jinyoung menunjukkan pesonanya, tidak seperti idol pada umumnya, dia menunjukkannya melalui suara bariton dan kepribadian lembutnya. Setelah “Little Prince”, dia kemudian menantang dirinya dengan “Pinocchio” sehingga dikenal sebagai pembaca buku bertalenta. Sama seperti popularitasnya yang menanjak, buku yang ia bacakan, “Little Prince” telah terjual sebanyak 1020 buku, melonjak lima kali lipat dari biasanya. Bagi remaja yang biasanya tidak suka membaca buku, ini sama seperti mendengarkan rekaman buku audio dengan suara idol yang mereka suka.

Jinyoung yang baru saja ditemui reporter di ruang rekaman buku audio di Gangnam, Seoul, mengatakan, “Saya merasa rekaman suara ini lebih diminati di luar negeri dari pada di Korea. Saya harap bisa melakukan yang lebih baik di lain waktu, namun kemudian Saya menjadi pembawa buku Little Prince. Mereka tiba-tiba saja menyuruh saya melakukannya, jadi saya membaca buku itu (Little Prince) sampai akhir karena saya tidak mengingat sama sekali isi buku tersebut.”

Jinyoung yang kemudian menantang dirinya dengan membacakan “Pinocchio”, mengucapkan, “Saya sangat bangga karena bisa melakukannya. Pada kenyataannya mereka menyuruh saya melakukannya karena mereka percaya dengan saya, sebab itu saya merasa bersyukur. Sebuah keberuntungan bila dalam hidup kita diisi dengan suatu hal yang memang ingin kita lakukan. Itulah mengapa saya senang melakukannya.”

Dia juga mengenalkan buku yang dia bacakan.

“Ini adalah versi asli Pinocchio yang jauh berbeda dari cerita fantasi yang kita ketahui. Dari pada mengatakan bahwa saya telah menyiapkan banyak hal untuk ini, saya langsung mempraktikkan sambil mendengarkan buku audio lain sebagai referensinya. Salah satu referensi yang saya dengarkan adalah buku audio yang dibawakan aktor luar negeri Benedict Cumberbacth. Saya telah mendengarkan semuanya.”

Ketika ditanya tentang hal apa yang paling penting ketika membawakan buku audio, Jinyoung memilih ‘cara pelafalan’.

“Saya merasa ketika membaca, kekurangan saya adalah dalam hal pemilihan kata. Saya belajar memperbaikinya dengan membaca, sehingga saya dapat mengetahui isi dari buku tersebut. Ini sangat membantu saya. Ketika membaca, pengambilan napas yang terlalu cepat itu tidak bagus. Saya harus mendalami atmosfir atau tulisan di dalam bukunya secara perlahan. Sehingga saya membutuhkan lebih banyak waktu untuk membacanya.”

Meski Jinyoung telah menjadi idol terkenal, ia tidak malas untuk membaca di tengah jadwalnya yang padat. Tetapi ia malah tertawa dan mengatakan bahwa anggapan ini terlalu berlebihan.

“Setengahnya benar namun setengahnya lagi salah. Saya suka membaca, namun tidak bisa membaca terlalu banyak atau cepat. Banyak dari mereka menyuruh saya untuk merekomendasikan sebuah buku. Namun seringnya saya membaca buku-buku populer, sehingga mungkin kalian juga sudah membaca buku tersebut. Orang-orang menjuluki saya sebagai si kutu buku, tapi saya bukanlah orang yang seperti itu. Saya bersyukur sekali bila mereka memberikan julukan itu untuk saya, namun hal itu terlalu berlebihan bagi saya. Haha”.

Jinyoung menunjukkan kerendahan hatinya dengan mengatakan bahwa ia ingin mengoreksi segala kekurangan, namun sebenarnya ia termasuk salah satu idola yang suka membaca. Ia membaca ketika berada di dalam mobil dan pesawat ketika ada jadwal di luar negeri.

“Atmosfir di dalam pesawat sangat mendukung untuk membaca, kan? Seringkali, saya membaca di sela-sela jadwal dan juga sebelum tidur. Saya pernah membaca artikel yang mengatakan bahwa Lee Sun Jae membaca buku minimal satu halaman sebelum tidur. Dia bekerja keras untuk menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas, begitu juga dengan saya.”

Pada awalnya Jinyoung bukanlah seseorang yang suka membaca. Dia mengaku suka membaca setelah menjadi idol dan dekat dengan buku.

“Setelah debut, saya merasa seperti otak saya mulai meledak. Terkadang, kita bekerja dalam pola yang sama. Saya pekerja lepas namun terikat kontrak. Meskipun saya tidak memiliki jam kerja, tapi saya tetap butuh waktu untuk persiapan. Setelah bekerja dengan pola yang sama di tiap harinya, saya merasa diri saya seperti robot. Suatu ketika, saya berpikit tentang apa yang harus saya lakukan agar tidak terjatuh? Kemudian teman saya merekomendasikan sebuah buku dan setelah itu saya mulai membaca.”

Lalu, dia menanyakan apa yang kamu dapatkan dari membawakan sebuah buku audio.

“Biasanya, ketika membaca buku dan saya menemukan beberapa hal yang tidak saya mengerti, saya tidak mempedulikannya dan langsung lanjut membaca. Umumnya manusia memiliki lima indra dan enam indra untuk keadaan khusus. Terkadang kamu tidak bisa mengerti suatu hal hanya dengan melihat dengan mata kalian. Setelah membacanya dengan mata dan dengan suara keras, saya dapat memahaminya secara mendalam. Saya dapat merasakan setiap detilnya ketika membaca. Ini sangat bagus bagi saya, karena saya dapat merasakan apa yang dirasakan tokohnya ketika menghadapi suatu situasi. Pembaca buku bukan berarti membaca buku sendirian, namun mereka juga menjelaskan secara sederhana kepada pendengar agar dapat memahami dengan mudah, dan menurut saya itu lah hal tersulit dalam membacakan sebuah buku.”

Jinyoung yang telah membacakan “Little Prince” dan akan membacakan “Pinocchio”, mengatakan, “Saya mendengarkan pendapat para penggemar dan sebagian dari mereka mengatakan bahwa mereka dapat tidur dengan mudah bila mendengarkannya di malam hari. (Tertawa) Saya juga melakukan hal yang sama dan terkadang saya sampai ketiduran. Saya pikir membaca adalah hal yang bagus untuk membuat kalian tertidur.”

Dia juga menambahkan, “Ada sesuatu yang membuat saya sedih ketika memeriksa kesalahan saya. Saya merasa seperti kurang dalam memberikan ruang membaca. Akhirnya, di dalam era yang serba cepat ini, terkadang ada banyak hal yang tidak memiliki jawaban. Namun jika kita memikirkannya secara lebih mendalam, maka kita akan menemukan jawaban. Aku ingin terus melakukannya seperti itu.”

“Saya ingin merekomendasikan buku audio untuk semua generasi. Para orang tua juga bisa membacakan buku untuk anak-anak mereka, karena menurut saya itu adalah hal yang bagus untuk mendidik anak-anak dengan memperdengarkan buku audio sebelum tidur. Ini juga bagus untuk mereka yang tidak memiliki banyak waktu karena sibuk dengan banyak kegiatan, karena mendengarkan buku audio bisa dibarengi dengan kegiatan lain. Bukankah ini sama seperti mendengarkan radio? Bila kalian mendengarkannya, kalian akan cepat memahami sisi positif mengenai hal tersebut.

Source: HanKookIlbo

KR – EN by Maureen@GOT7Indonesia

EN – ID by Lila@GOT7Indonesia

Edited by Vivi@GOT7Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.