[ARTIKEL] 190412 Jackson Wang Berbicara Mengenai Solo Karir, Bekerja dengan GOT7, dan Sasaran dalam Bermusik

Sabtu, 27 April 2019

Jackson Wang memiliki pesan untuk para penggemar di hari Jumat (tanggal 12 April) dengan dirilisnya lagu barunya “Oxygen”. Judul dari lagu ini merupakan ungkapan rasa terima kasih untuk dukungan dan cinta dari para penggemar yang telah membantu hidupnya.

Sang bintang, yang secara bersamaan melakukan promosi di dunia musik Korea dan Cina sebagai anggota dari boy group GOT7 dan sebagai solois, menggunakan lagunya untuk mengekspresikan secara dramatis perasaan itu melalui despondent melody dan gritty trap beat.

Ketika ia berada di Kota New York bulan Maret lalu, Wang duduk bersama Billboard untuk mendiskusikan beberapa lagu terbaru yang ia rilis, etis kerja, dan rencana untuk ke depannya.

Kamu baru-baru ini bekerja dengan Dough-Boy dalam lagu “MK Circus”. Apa yang menginspirasi lagu itu?

Ada sebuah lokasi spesifik di Hong Kong bernama Mong Kok. Di sana terdapat stereotip bahwa orang-orang berpakaian aneh, kasar, dan sebagainya. Hal-hal negatif itu membuat aku berpikir, “Mengapa semua orang melihat itu dengan pandangan yang buruk?” Sebenarnya itu bagus. Itu hanyalah mengenai cara kalian melihatnya. Jadi aku membuat sebuah lagu yang mengungkapkan bahwa itu tidak semuanya buruk. Aku hanya mencoba untuk merubah beberapa pandangan mengenai orang-orang. Aku juga ingin memberi tahu mengenai tempat ini pada orang-orang yang tidak mengenal mengenai Hong Kong bahwa tempat itu adalah tempat yang keren. Itu adalah tempat di mana orang-orang yang trendi berkumpul. Aku bisa berkata bahwa orang-orang di Mong Kok mencoba berbagai macam hal. Jadi ketika kamu mencoba berbagai hal, ada bagian yang aneh dan ada bagian yang janggal, tapi ada bagian yang baik juga. Orang-orang cenderung terfokus pada bagian yang buruk sehingga mereka lupa bahwa itu sebenarnya memimpin tren fashion di Asia, di Hong Kong. Aku hanya ingin menunjukkan hal itu.

Bagaimana rasanya bekerja dengan Dough-Boy?

Itu pengalaman yang bagus. Sebenarnya, itu sangat tidak disengaja. Aku sedang berada di studionya mendengarkan beberapa lagu yang ia produksi dan tiba-tiba aku sangat menyukai suatu beat dan bilang, “Kita harus membuat lagu bersama-sama. Ayo lakukan.” Di tempat itu, kami membuat chorus-nya. Mungkin dalam dua menit? Lima menit? Aku kembali ke hotel dan di dalam mobil di perjalanan aku mulai menulis liriknya. Kami juga merekam lagu itu tiga hari setelahnya. Kami hanya tidak memiliki kesempatan untuk merilisnya langsung karena jadwal-jadwal kami.

Kamu sangat sibuk, secara bersamaan melakukan promosi untuk solo karirmu dan bekerja dengan GOT7, kan?

Selama satu tahun, aku menghabiskan sebagian waktuku di Korea dan sebagian lainnya di Cina. Di Korea, aku berada dalam grup K-Pop, GOT7, dan kami melakukan musik dalam ranah K-Pop. Namun di Cina, aku melakukan musikku sendiri, semua hal mengenai Jackson. Ketika mereka, anggota lain dari GOT7, beristirahat, aku pergi ke Cina. Ketika karyawan label Cina-ku istirahat, aku kembali ke Korea. Aku harus menyelesaikan jadwal 1 tahun dalam 6 bulan dan itu sulit. Itu berat. Namun pada akhirnya, aku mencintai apa yang aku kerjakan, jadi itu bukan masalah.

Bagaimana kamu menyeimbangkan dua bagian dari dirimu, menjadi GOT7 Jackson dan solois Jackson Wang?

Aku pikir itu sama saja. Mungkin yang banyak berbeda adalah genre music-nya. Di GOT7 ada tujuh orang. Itu seperti “Skittles” (permen dengan aneka warna dan rasa). Kalian mendapat berbagai rasa, kamu paham maksudku? Namun di dalam duniaku, kamu mendapat Jackson Wang. Semuanya mengenai diriku. Katakanlah aku warna merah. Kalian mendapatkan rasa dari diriku secara eksklusif.

Jadi kamu adalah “Skittle” merah?

Mengapa tidak? Merah, ya.

Bagaimana perbedaan proses kreatif dari dua bagian dalam karirmu?

Mengenai musik dan arahan untukku dalam mengerjakan karir soloku, aku lebih nyaman melakukannya dengan timku, tim produksiku, produserku, Team Wang. Aku lebih nyaman dan lebih bebas untuk melakukan berbagai macam hal. Namun untuk GOT7, di sana bukan hanya tentang diriku. Itu mengenai kami. Jadi, ketika salah satu dari kami ingin melakukan sesuatu atau berfokus pada suatu style atau warna, itu tidaklah mudah. Aku hanyalah satu per tujuh dari grup. Perusahaan pun memiliki pemikiran dan pendapat mereka mengenai musik yang harus kami produksi, yang mana harus kami ikuti. K-Pop berada dalam level yang berbeda. Itu adalah dunia yang berbeda dengan apa yang sedang aku coba lakukan sekarang.

Kamu memiliki solo dalam album “Present : YOU” dan repackage-nya “Present : You & ME”, yaitu “Made It” dan “Hunger”. Apakah membuat lagu solomu dalam GOT7 terasa familiar, seperti solomu di Cina, atau itu merupakan sebuah pengalaman yang baru untukmu?

Itu merupakan sebuah pengalaman yang baru. Aku berdiskusi dengan seluruh tim, anggotaku dan staf dari perusahaan, JYP Entertainment. Aku hanya berkata, “Kami telah merilis banyak sekali lagu, namun bukankah ini saatnya untuk menunjukkan warna dari masing-masing kami dalam album kepada para penggemar dan kepada orang-orang yang tidak begitu mengenal siapa kita? Apa yang kita miliki dalam album GOT7 adalah untuk menunjukkan mereka warna yang berbeda yang kita miliki. Mereka berkata, “Mengapa tidak? Buatlah lagu. Produksi lagu. Tunjukkan pada kami.” Jadi kami mulai melakukannya dan itulah bagaimana kita membuatnya. “Made It” adalah sesuatu yang tentunya akan aku lakukan dengan Team Wang. Aku lebih berambisi mengenai lagu yang akan dimasukkan ke dalam album GOT7 karena itu adalah pertama kalinya bagiku untuk merilis lagu di Korea—Semua lagu yang aku rilis sekarang tidak dirilis di Korea. Lagu soloku dirilis di mana-mana selain Korea dan Jepang karena ada beberapa masalah. Namun itu tidak masalah. Aku lebih berambisi dan bergairah mengenai hal itu karena itu adalah pertama kalinya aku dapat menunjukkan pada orang-orang di Korea mengenai apa yang dapat aku lakukan, tipe musik dan arah yang sedang aku coba raih. Jadi, ya, aku bekerja sangat keras untuk lagu itu.

Kamu merilis musik dalam berbagai bahasa. Apakah pendekatanmu terhadap musik berubah ketika kamu tampil dalam bahasa Inggris, Korea, atau Mandarin?

Oh tidak. Aku merasa seperti tidak ada penghalang atau batas. Ini bukan tentang wilayah atau bahasa. Aku bisa melakukan sesuatu dalam bahasa Korea, dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Mandarin. Pada akhirnya, ini tentang musik itu sendiri. Genre, jenis suara, dan proses produksinya. Perbedaannya hanya dalam berbagai bahasa. Itu sama semua bagi aku. Aku akan mencoba untuk bekerja secara maksimal pada setiap lagu, pada semua yang aku hasilkan.

Di Cina, kamu tidak hanya menulis lagu sendiri tetapi mengurus perusahaan, Team Wang.

Iya, Team Wang adalah perusahaan yang aku dirikan. Aku adalah pendirinya. Sekarang kami memiliki lebih dari 20 staf. Sangat susah. Aku mulai dari tidak mempunyai apa-apa. Aku mengatakan kepada JYP bahwa aku ingin membuat perusahaan untukku sendiri, untuk kegiatan soloku, dan mereka sangat mendukung. Mereka menawarkan untuk membantu, atau memberiku saran, karena mereka adalah pro dalam bidang ini. Aku masih belajar, tetapi alasan aku mengatakan, “Biarkan aku melakukan ini sendiri” adalah karena aku merasa itu akan menjadi satu-satunya caraku, sebagai seseorang dan kepala perusahaan, akan berkembang. Aku perlu mencari tahu sendiri. Awalnya sulit, mempersiapkan single pertamaku di Cina, “Papillon”. Aku harus mengatur semua staf, transportasi, tiket pesawat, hotel, semua biaya, semua gaji, semua barang. Aku harus membaca kontrak. Itu semua gila.

Sejujurnya, aku seorang penampil. Aku seorang entertainer. Aku tidak seharusnya melakukan hal-hal seperti itu. Yang perlu aku lakukan adalah meningkatkan diri sebagai pribadi dan di atas panggung, untuk membuat musik yang lebih baik. Itu bukan pekerjaanku. Tapi aku membaca kontrak-kontrak. Awalnya itu sulit, tetapi aku belajar banyak. Aku sudah melalui banyak hal. Begitu banyak drama yang berbeda. Pasang surut. Tapi sekarang aku sudah belajar banyak, dan aku jauh lebih nyaman sekarang karena aku tahu apa yang terjadi di setiap departemen perusahaanku. Aku tahu jika mereka bekerja dengan baik. Aku dapat mengevaluasi karena aku melakukannya sendiri. Setiap produksi yang dibuat, aku menulis topline aku sendiri, lirikku sendiri, aku menghasilkan laguku sendiri. Aku melakukan sesi diskusi untuk membahas semua konten MV. Pakaiannya, mengedit MV-ku sendiri, dan lainnya. Ini seperti teka-teki. Dan jika aku melakukan itu, aku memiliki kepercayaan diri untuk memberi tahu semua orang bahwa aku memproduksinya. Itu lagu yang aku produksi. Ini adalah produksi yang dibuat oleh Team Wang, yaitu aku. Tentu saja, dalam prosesnya ada produser lain dan sutradara MV. Dan staf, mereka membantuku sepanjang waktu. Aku tidak akan mengambil semua kredit sendiri. Tetapi aku bisa mengatakan bahwa aku sekitar 60%-70% terlibat karena itulah yang aku inginkan.

Apakah sulit untuk menyeimbangkan keperluan artistikmu dan sisi bisnis?

Terkadang itu sulit. Jujur, aku selalu bekerja seperti setiap hari adalah hari terakhirku. Aku selalu siap. Aku selalu merasa aku harus siap. Karena aku tidak pernah tahu kapan peluang akan muncul di depanku. Sulit. Terkadang aku bekerja sangat keras. Aku tidak beristirahat selama tiga tahun. Tetapi kontrak bisa sangat sensitif dan membutuhkan waktu. Terutama masalah pengacara. Ini sangat sulit. Terkadang itu hanya pernyataan sederhana dalam kontrak yang tidak kupedulikan – tetapi hal tentang berkolaborasi, bekerja sama dengan orang-orang, itu adalah kepercayaan. Aku tahu ada risiko untuk hal-hal terjadi, tetapi aku merasa seperti, siapa yang ingin menyebabkan masalah? Jika kalian benar-benar ingin bekerja sama, mengapa kamu ingin membuat masalah? Itu selalu tentang saling memberi dan menerima. Aku menginginkan sesuatu, aku akan memberi kamu sesuatu. Kamu akan memberi aku sesuatu, dan kamu tahu apa yang kamu inginkan dari aku. Itu kenyataan. Tetapi kadang-kadang semua jenis drama akhirnya terjadi dan aku sangat bosan. Mungkin seperti jam 4 pagi dan seseorang tiba-tiba meneleponku dari New York, atau Amerika, membicarakan ini dan itu. Tapi aku sudah terbiasa. Ini adalah jalan yang aku pilih, dan aku menikmatinya. Aku mengerjakan pekerjaan aku sendiri. Terkadang sulit untuk menyeimbangkan, terutama karena perbedaan waktu dan beda-beda negara. Kadang-kadang aku bekerja di Cina, mendapatkan semua pesan ini dari Korea tentang album yang akan datang. Hal-hal semacam itu. Aku akan bangun setiap hari dengan lebih dari 100 pesan untuk membahas ini dan itu. Aku harus terlibat dengan semuanya. Ini seperti membunuhku, tetapi apa yang bisa aku lakukan? Aku adalah pendiri (Team Wang).

Apakah kamu pernah ingin mematikan ponsel?

Aku tidak bisa. Ini masalahnya. Stafku, mereka sangat bersemangat. Mereka memiliki ambisi untuk bekerja keras. Tetapi kadang-kadang aku merasa, pada kenyataannya, pada akhirnya perusahaan itu milikku. Seperti anakku. Itu adalah bagian dari diriku. Tidak ada yang bisa peduli tentang hal ini lebih dariku. Kamu hanya harus mendorong pergerakannya. Terkadang itu tidak akan bergerak sendiri. Kamu hanya perlu mendorongnya setiap hari sampai ke tujuan.

Kapan terakhir kali kamu mendapat libur?

Mungkin hari ini?

Hari ini adalah hari liburmu? Kamu melakukan banyak wawancara hari ini.

Bagiku, selama itu bukan rekaman acara TV atau menjadi pembawa acara di sebuah program, saat aku dapat duduk dan berbagi cerita dengan seseorang, itu seperti hari libur. Namun, yang penting aku melakukan apa yang aku cinta. Banyak orang yang mungkin memiliki gaji yang bagus di tempat mereka kerja, namun mereka tidak mencintai pekerjaan mereka. Aku merasa bahwa hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Apa yang tersisa? Pada akhirnya, jika kalian mati, apa yang akan kalian lakukan dengan uang itu? Aku pikir yang penting adalah melakukan apa yang kita cintai, setiap hari. Bagiku seperti itu.

Apakah itu terasa seperti bekerja?

Itu masalahnya. Di sekolah, aku benci PR. Aku benci esai. Aku bahkan tidak lulus SMA. Aku rasa ini adalah jalanku. Aku tidak suka mengerjakan PR karena orang lain memaksaku untuk melakukannya. Ketika orang lain memaksaku untuk melakukan sesuatu, aku akan melakukannya, namun itu bukanlah yang terbaik dari apa yang aku miliki. Bagiku, jika aku suka melakukan sesuatu, tidak akan ada orang yang memaksa aku. Mereka tidak perlu memaksaku. Setiap hari aku melakukan apa yang aku cintai. Aku diberkati dan merasa terhormat bisa memiliki semua pendukung yang memperhatikan setiap langkah yang aku ambil.

Belakangan ini, kamu mulai melebarkan fokusmu di luar Asia dan merilis “Different Game” dengan Gucci Mane tahun lalu. Apa pengalaman yang kamu dapatkan?

Itu sesuatu yang hebat. Itu adalah sebuah momen hebat dalam hidupku. Berkolaborasi dengan seorang legenda. Sebenarnya aku berpikir bahwa itu tidak mungkin terjadi. Suatu hari, aku membuat lagu itu. Aku memproduksi semuanya. Aku berpikir, “Akan hebat sekali kalau Gucci Mane bisa berpartisipasi”. Jadi kami mencoba menghubunginya. Tim Amerikaku menghubungi tanpa berharap apa-apa. Namun, setelah dua hari, dia membalas. “Ayo lakukan”. Aku tidak mempercayainya. Aku mengecek kembali akunnya. “Apakah ini benar dia?” Ia bilang, “Ayo buat music video-nya di Hawaii”. Ia mau membawa istrinya untuk berlibur dan untuk merekam music video. Jadi, aku pergi ke Hawaii dan merekam segalanya di sana. Setelah kolaborasi, aku pikir semuanya berakhir, namun ia sangat ramah. Di wawancara, ia berbicara tentangku dan berkata, “Ya, aku suka Jackson, ia mirip denganku”. Aku berpikir, “Wow! Ya Tuhan. Dia baru saja membicarakan aku?” Itu adalah pengalaman yang berharga.

Hal lain apa yang sedang ingin kamu kerjakan tahun ini?

Di akhir tahun, aku berharap aku bisa merilis album di Amerika. Nama albumnya “Journey to the West”.

Nama itu terinspirasi dari cerita Cina tradisional. Mengapa kamu ingin merilis album dengan judul itu?

Aku hanya ingin membuat cerita seperti aku adalah lima orang yang berjalan ke barat. Bagiku, aku ingin membuat ini, di dunia yang modern ini, seperti Jackson Wang yang pergi berjalan ke barat. Barat itu adalah Amerika. Semuanya akan berbahasa Inggris dan menekankan pada lagu pop. Produksinya jauh lebih baik dari apa yang telah aku lakukan sebelumnya. Apa yang telah aku lakukan sejauh ini membuatku berkembang sebagai seorang seniman.

Kamu telah mencoba seluruh musik dunia dan saat ini K-Pop sedang memiliki masanya di Amerika Serikat. Bagaimana pendapatmu mengenai dampak musik Cina di sini?

Aku rasa tujuanku bukanlah untuk menjebol pasar Amerika. “Aku ingin menjebol pasar ini. Aku ingin sukses.” Bukan itu. Aku hanya ingin membawa apa yang sedang dan akan aku lakukan ke tingkat internasional untuk berbagi dengan orang lain sehingga mereka melihat pria ini, pria Cina ini, anak laki-laki Cina ini, benar-benar bekerja keras dalam musiknya dan ia mencoba untuk membagikan cerita serta pengalamannya. Awalnya, aku bukanlah seorang pemusik. Dulu aku adalah seorang atlet. Semua cerita mengenai mengejar mimpi yang kita miliki, membuatnya terwujud, dan bekerja keras untuk mimpi-mimpi itu, itulah yang aku ingin coba bagikan.

Kamu berkata bahwa sekarang kamu sedikit bergeser ke musik Pop?

Masih ada kesan hip-hop di dalamnya, namun lebih banyak melodi.

Apa yang membuatmu memutuskan untuk berpindah ke arah Pop?

Aku merasa bahwa aku harus mencoba hal yang lain. Aku pun tidak tahu. Belakangan ini, aku jatuh cinta pada melodi, mungkin itu alasannya. Itulah aku. Jika kamu melihat semua hasil karya aku, 10 tahun lagi, kamu dapat melihat, “Oh, dia telah melalui hal itu. Oh, inilah saat musik itu dirilis.” Seluruh ceritaku. Aku tidak mau menerima lagu dari orang lain – Maksudnya, aku akan. Namun, aku pikir sekarang bukanlah saat yang tepat. Aku mau menjadi diriku sendiri. Aku ingin berbicara mengenai seluruh tahap dalam hidupku. Sebuah cerita utama dari hidupku.

Source: Billboard

EN – ID by Leony & Maureen@GOT7Indonesia

Edited by Vivi@GOT7Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.