JJ Project

[ARTIKEL] 170811 GRAZIA Korea September ’17

Grazia Korea September 2017 Issue with JJ Project
Selamat! <Verse’2> menempati peringkat pertama di tangga lagu mingguan Hanteo.
JB: Sejujurnya, kami memperhatikan sampai detail semua aspek di album ini karena ini merupakan aktivitas pertama kami sebagai unit dalam 5 tahun terakhir. Daripada terpaku pada hasil akhir yang bersifat fisik, aku lebih bangga ketika mendengar banyak orang berkomentar, “Sangat menyentuh hatiku,” atau “Liriknya sangat bagus.”
Kalian berpartisipasi dalam penulisan lirik dan pembuatan musik untuk semua lagu pada album ini.
JB: Pada awalnya, daripada serakah mengambil beban kerja yang belum tentu bisa kami kuasai, kami hanya berniat untuk bekerja keras untuk album ini. Tapi lama-kelamaan, seiring proses pengerjaan berlangsung, kami menjadi semakin ambisius untuk membuat album dengan kualitas yang bagus. Jadi, kami memberi perhatian lebih lagi untuk semua aspek di tahapan kedua pembuatan album.
JY: Banyak sekali fans yang menanti lagu rilisan terbaru GOT7, dan jika kami tiba-tiba merilis album sebagai unit dengan jenis lagu yang tak biasa pula, kami sendiri jadi merasa bersalah karenanya. Karena kami melakukan ini sebagai perwakilan dari GOT7, kami berusaha sebaik mungkin untuk membuat album yang tidak akan membuat para fans malu. Dengan begini, kami tidak akan membawa masalah untuk member GOT7 yang lain. Kami belum pernah berpartisipasi dalam penulisan lirik lagu utama sebelumnya, tapi kali ini kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah lelaki yang bisa bercerita tentang kisahnya sendiri. Jadi pada akhirnya, kami ikut berpartisipasi dalam proses kreatif album.
Kami bekerja bersama Mark bulan lalu, dan dia sangat merekomendasikan lagu JJ Project.
JB: Mark telah dinobatkan sebagai ketua tim promosi JJ Project. (tertawa)
Ketika saya mendengarkan album kalian, saya merasa kalian telah dewasa. Pasti ada banyak sekali yang berubah selama 5 tahun ini?
JB: Menurutku, hal yang berubah dengan pasti pada diriku adalah bahwa aku sekarang belajar untuk menerima kenyataan dengan pikiran positif. Dulu aku cenderung keras kepala menghadapi kenyataan yang aku alami, sepertinya bisa dibilang bahwa aku sekarang lebih memilih untuk bertenggang rasa?
Itu berarti kamu sudah dewasa.
JB: Aku menyadari bahwa pemikiranku bukan satu-satunya jawaban yang benar.
JY: Jika dibandingkan dengan 5 tahun lalu, menurutku sekarang aku lebih pendiam. Dulu aku terbiasa untuk bicara banyak, tapi akhir-akhir ini aku merasa tidaklah perlu untuk bicara sebegitu banyak.
Adakah alasan khusus yang membuat kamu memiliki pemikiran seperti itu?
JY: Aku belajar bahwa ‘Diam itu Emas’ melalui berbagai pengalaman di hidupku. Berbeda dengan JB Hyung, aku belajar untuk membentuk opiniku sendiri. Sebelumnya, aku terbiasa untuk meng-iya-kan pendapat orang lain karena merasa aku masih seorang amatir. Sekarang aku telah belajar bahwa mengungkapkan pemikiranku sendiri tentang suatu isu merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Semakin berkembangnya kemampuanku, semakin terakumulasi pula pemikiranku sedikit demi sedikit.
Kalau begitu, kapankah kalian merasa bahwa kalian sudah menua?
JB: Belakangan ini, ketika kami menghadiri acara musik, di sana banyak sekali grup idola baru yang lebih muda dari kami. Saat kami menonton penampilan mereka dan kemudian tidak lagi berpikir, “Wow, keren banget,” tapi berubah menjadi komentar, “Sangat menyegarkan penampilannya.” Pada saat itu, aku mempertanyakan apakah aku sudah setua ini ya.
Grup idola baru biasanya masih memiliki semangat unik yang berapi-api.
JB: Sekarang aku bisa melihat itu. Kami juga bekerja keras di atas panggung, tapi menurutku rasanya sedikit agak berbeda. Aku pikir aku cukup santai pada saat kami masih grup idola baru, tapi nyatanya ketika orang melihatku dulu, mereka pasti akan langsung berpikir, “Kenapa dia berusaha keras sekali?” (tertawa)
JY: Aku juga sama seperti itu. Aku merasakan hal yang sama ketika melihat grup idola baru memperlihatkan atmosfir begitu ceria di atas panggung. Tapi kemudian, pada sisi lain, aku juga berpikir, “Ah, orang-orang ini akan sangat menyesalinya 5 tahun lagi.”
Kenapa mereka akan menyesalinya? (tertawa)
JY: Setelah 5 tahun, memori seperti itu akan menjadi sebuah masa lalu kelam bagi mereka. Apapun yang kamu lakukan, semua akan terihat dilebih-lebihkan. Seperti yang juga pernah kami alami.
Ketika album rilis, kalian juga membuka pameran dengan judul yang sama, berisi foto dan essai yang kalian buat sendiri.
JB: Aku suka sekali membaca dan mengambil foto. Jadi, ketika agensi menawarkan hal yang serupa, aku putuskan kami harus mencobanya. Namun, malah jadi sebuah beban. Karena, kemampuanku tidak cukup bagus untuk hasilnya bisa dipajang dalam sebuah pameran.
Ada bagian dari essai kalian yang berkesan dipajang pada pameran?
JY: Ada sebuah kalimat yang terdengar seakan Hyung mencoba memulai pembicaraan denganku, “Jinyoung-ah, tak terasa waktu berlalu, ya?” Aku sangat terkejut ketika melihatnya, berpikiran bahwa, “Bisa juga Hyung ngomong kayak gitu?” Haha.
JB: Aku juga kaget waktu melihat kalimat itu. Memang aku yang menulisnya, tapi sedikit dipotong dari kalimat yang aku tulis. Yang aku tulis adalah, “Lima tahun sudah berlalu. Jinyoung-ah, tak terasa waktu berjalan begitu cepat.”
Kalimat aslinya sangat lugas.
JY: Betul. Tapi, mereka modifikasi menjadi sesuatu yang terdengar manis.
JB: Itu mengapa aku juga bertanya-tanya, “Makna yang tersampaikan sama, tapi kenapa yang ini terdengar sangat manis?” Kami memilih versi tersebut karena senada dengan tema pameran ini yang bersifat menenteramkan.
JY: Konsep dari pameran ini adalah ‘sekali-kali marilah membanggakan kemampuan diri sendiri’. Jadi, mudah-mudahan semua orang bisa menikmatinya sebagai sesuatu yang ringan dan membuat hati senang,
JB: Kemudian tetiba, aku terbangun sebagai pria romantis di suatu pagi. Tentu saja maknanya sama, tapi atmosfer kalimatnya menjadi sedikit berbeda.
Lalu di antara hal yang ditulis Jinyoung, manakah yang paling terngiang di kepala?
JB: Ada satu foto yang memotret aku sedang berjalan sambil melihat ke layar ponselku. Pada foto ini, essai yang tertulis, “Bahkan ketika kita melihat ke permukaan tanah, ada alasannya juga.” Tapi, saat itu aku bukan sedang melihat ke permukaan tanah, aku sedang melihat ke layar ponselku. Hal ini terngiang di kepalaku, karena essai yang ditulis tidak sesuai dengan apa yang terpotret.
JY: Aku sengaja menuliskannya seperti itu. Manusia berjalan sambil menundukkan kepala ketika mereka terlalu fokus pada layar ponsel mereka. Dan mereka menundukkan kepala bukan karena mereka lemah, mereka punya alasan masing-masing… Itu maksudku.
JB: Ada yang lain lagi. Foto yang memotret ladang Barley dan langit. Dan dengan sangat random, dia menulis frase seperti ini, “Langit dan daun Barley, ah, aku haus.” Sangat lucu sekali. Hahaha.
Jadi ternyata, tidak semua frase yang ditulis mengkonotasikan makna tertentu.
JY: Akan jadi membosankan jika semuanya bernada serius.
JB: Kami memang sengaja memasukkan frase random di beberapa tempat. Kami lakukan karena ingin berbagi kesenangan dengan para fans.
Lagu utama album ini <Tomorrow, Today> menceritakan tentang kekhawatiran generasi muda. Apa yang kalian berdua khawatirkan akhir-akhir ini?
JB: Sepertinya aku selalu mengkhawatirkan hal yang sama. Jalan mana yang harus aku ambil? Bagaimana caranya aku bisa terus mengembangkan diri? Dan juga, aku setiap hari berpikir keras tentang apa yang harus aku makan hari itu. Yang terakhir tadi adalah contoh kekhawatiran yang sangat ringan. (tertawa)
Tapi kan, itu malah hal terpenting untuk dikhawatirkan.
JB: Biasanya, jika ada menu tertentu yang ingin kamu makan. Tapi, itu tidak berlaku untuk diriku. Tidak pernah sekalipun dalam hidupku, aku benar-benar ingin makan suatu menu tertentu.
Kamu tidak punya makanan favorit?
JB: Tentu saja aku punya. Tapi, aku tidak pernah mengalami suatu momen dimana aku harus memakan menu itu apapun yang terjadi. Aku tidak pernah ngidam.
Baiklah, kalau begitu mari kita konfirmasikan hal ini kepada Jinyoung, yang selalu berada di sampingmu.
JY: Hal ini sangat… (melirik ke arah JB) Hyung, boleh aku sampaikan ini? Aku akan buka-bukaan soal hal ini. Saat kami memesan makanan, Hyung selalu berkata dia tidak mau makan. Tapi, aku selalu memesan dua porsi untuk jaga-jaga. Hyung kemudian mendatangiku dan berkata, “Kamu punya makanan?” Dia memang mungkin saja tidak ingin makan satu menu tertentu, tapi jika orang lain memesan makanan, dia akan ikut memakannya juga. Meskipun pada awalnya, dia selalu mengatakan dia sedang tidak lapar.
JB: Meskipun aku sedang ingin memesan sesuatu, banyak sekali jenis makanan yang ada dalam daftar menu. Aku benar-benar tidak bisa memilih. Karena, aku tidak punya keinginan untuk makan satu menu khusus.
JY: Hyung, menurutku, kamu adalah tipe orang yang baru bisa memilih ketika kamu melihat bendanya secara nyata.
JB: Aku biasanya bilang aku tidak akan makan, jika aku tidak bisa mengingat menunya ada apa saja. Tapi, jika aku sudah mencium wangi makanannya, aku selalu menjadi lapar. Dan, tanpa sadar aku mendekati ke arah aroma tersebut berasal.
JY: Dan, aku pun otomatis mengeluarkan porsi kedua yang aku pesankan sebelumnya. (tertawa)
Saat kalian pergi ke luar negeri cukup lama, kalian mulai merindukan makanan Korea meskipun kalian tidak sering memakannya.
JB: Aku hanya makan masakan Korea meskipun aku berada di luar negeri. (tertawa) Aku pecinta berat makanan Korea, jadi ketika aku makan harus selalu ada sup dan berkuah.
Lalu, apa yang Jinyoung khawatirkan belakangan ini?
JY: Ini mungkin terdengar sedikit lucu, tapi kekhwatiran terbesarku adalah bagaimana mencegah nyanyianku agar tidak keluar dari nada sebenarnya dan bagaimana mempertahankan nada yang benar selama yang aku mampu. Kami cukup banyak melakukan gladi bersih di pagi hari ketika suara kami masih belum siap. Banyak sekali penyanyi lain yang menonton, jadi kekhawatiran utamaku adalah bagaimana untuk menyelesaikan gladi bersih itu tanpa nyanyianku terdengar datar sekalipun.
Aku rasa hal itu merupakan kekhawatiran yang pasti dirasakan oleh semua penyanyi.
JY: Hyung punya jenis suara yang enak didengar dan dia juga sangat pintar bernyanyi. Jenis suaraku lebih berat dan tenggorokanku memiliki kecenderungan untuk menegang saat aku bernyanyi nada tinggi. Ini mengapa tiap pagi aku merasa kesulitan. Dan menjadi semakin sulit karena aku terus-terusan memperingati diriku sendiri untuk tidak bernyanyi dengan nada datar di depan orang yang menonton.
Sudahkah kamu menemukan solusi untuk permasalahan ini?
JY: Ada satu solusi. Ketika aku harus bernyanyi dengan nada tinggi, aku tinggal menjauhkan posisi mic sejauh mungkin dari diriku. Kemudian, berpura-pura aku sedang menyanyi. Hahaha.
Bisakah aku tulis ini di wawancara? (tertawa)
JY: Itu hanya kulakukan saat gladi bersih. Aku bernyanyi dengan baik waktu penampilan sebenarnya tiba.
JB: Suaraku juga terkadang suka sumbang. Malah faktanya, itu baru saja terjadi di gladi bersih kemarin… (tertawa)
JY: Hyung, kemarin itu sangat luar biasa.
Apa yang terjadi di gladi bersih kemarin sampai-sampai kamu berkata seperti itu?
JB: Setiap kali aku menyanyikan bagianku, setiap kali itu pula suaraku keluar dengan nada sumbang.
JY: Hyung sangat gusar sampai-sampai pada akhir gladi bersih, dia malah berkata, “Halo!” Padahal seharusnya kan, “Terima kasih atas kerja kerasnya~”
JB: Sejujurnya, suara adalah aset terpenting untuk setiap penyanyi, tapi kondisi pita suara selalu berbeda meskipun kamu melakukan kegiatan rutin yang sama, pada waktu yang sama, dan dengan pola tidur yang sama. Jadi, suara yang keluar bisa saja sumbang, bisa juga tidak. Awalnya, aku suka mengalami stress karena hal ini, tapi sekarang aku tidak terlalu memikirkannya. (tertawa) Toh itu sudah terjadi, tidak bisa kamu ubah bagaimanapun juga. Aku hanya tinggal berjanji pada diriku, aku harus berusaha lebih keras lagi kedepannya. Untungnya, aku bernyanyi dengan baik di acara musik kemarin.
Apakah jangan-jangan, golongan darah Jinyoung adalah A?
JB: Aku bergolongan darah A. Golongan darah Jinyoung adalah O.
Sangat diluar dugaan.
JB: Golongan darah A cenderung cukup optimis ketika suatu hal besar terjadi. Sebaliknya, jika hal itu semakin kecil, kami malah semakin bertambah khawatir.
JY: Ketika kamu bernyanyi sumbang di depan banyak orang, itu tidak bisa dikategorikan sebagai permasalahan kecil yang tidak berarti.
JB: Jika aku melalukan kesalahan memalukan, aku terus menerus melihatnya lagi hingga aku terbiasa. Dan jika aku merasa aku harus memperbaiki diriku karenanya, aku tidak lagi terus menerus memikirkan kejadian itu. Aku berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali.
Bagaimaina jika pada kondisi ketika kamu harus memilih? Apa kamu punya penyesalan tertentu untuk pilihan yang tidak kamu ambil tersebut?
JB: Itu tergantung pada situasinya. Dan menurutku, besarnya rasa sesal yang dialami bergantung pada seberapa pentingnya pilihan yang dibuat. Daripada menjawab dengan kalimat ‘aku tidak punya penyesalan apa-apa’, jika ternyata pilihanku itu adalah sebuah kesalahan, bisa diilang aku menelaah kembali pilihanku itu dan membuat resolusi untuk tidak membuat kesalahan yang sama lagi.
JY: Ketika aku memutuskan sesuatu, aku adalah tipe orang yang mencobanya dulu dan menjalankannya dengan apa adanya, kemudian tinggal di evaluasi nantinya.
Kamu pasti tipe yang fokus pada pilihan awal.
JY: Pilihan itu sudah aku putuskan sebelumnya. Jadi, aku harus menyelesaikannya sampai akhir. Setelah semua selesai, aku selalu bertanya pada diriku sendiri kenapa aku melakukannya dengan cara seperti itu.
Apa kalian masih memikirkan tentang pilihan yang kalian tidak lakukan di masa lalu?
JB: Terkadang aku berpikir, aku seharusnya bekerja lebih keras lagi dulu, dan berharap, aku memiliki kedewasan berpikir yang aku punya sekarang, di masa lalu.
JY: Kalau aku sebaliknya. Menurutku, aku terlalu memaksakan diri untuk bekerja keras di masa trainee dulu ketika aku pertama datang ke Seoul. Tidak memiliki banyak teman. Tidak memiliki waktu untuk bernafas. Aku harap aku bisa sedikit lebih santai dan menjalin lebih banyak pertemanan. Ketika itu, aku memiliki begitu banyak kekhawatiran dan tekanan besar untuk menggapai kesuksesan. Jadi, aku tidak begitu dekat dengan trainee yang lain juga.
Kalian berdua memiliki sejarah yang sama yaitu meraih peringkat pertama di audisi terbuka dengan membawakan lagu yang sama. Setelah itu, kalian telah bedampingan selama hampir 8 tahun, apakah ini takdir?
JB: Selain itu, kami juga punya ikatan yang lain. Ketika kami pertama mengikuti audisi tersebut, sebenarnya kami datang secara terpisah. Tapi, karena audisi akhir harus ditampilkan secara bergrup, orang dari agensi memasangkan kami berdua. Menurutku, semenjak saat itu, kami terus berdampingan.
JY: Aku menghabiskan waktu trainee bersama dengan Hyung. Membicarakan tentang siapa yang lebih mahir, siapa yang pernah hampir mahir di kalangan para trainee. Kemudian, kami syuting drama bersama, kami debut bersama, dan promosi sebagai GOT7 juga bersama. Kami telah menghabis 7-8 tahun dari hidup kami seperti ini.
Dan itu mengapa kalian berdua berarti spesial untuk satu sama lain, menurut saya.
JY: Kami percaya akan satu sama lain.
JB: Kami tahu apa yang satu sama lain suka dan tidak suka, jadi kami sangat jarang bertentangan pendapat. Kami saling memikirkan perasaan satu sama lain.
JY: Menurutku, jika kamu berada dalam suatu hubungan, daripada melakukan hal yang baik, lebih penting untuk menahan diri agar tidak melakukan hal yang tidak disukai oleh partner kita. Karena kami telah saling mengetahui apa yang masing-masing tidak sukai, kami berhati-hati akan hal tersebut.
Bagaimana kesan pertama yang dirasakan ketika kalian berdua bertemu?
JB: Gimana cara aku menjelaskannya ya? Jinyoung punya aura yang teramat bersih dan murni. Air dengan kualitas teratas yang belum terkontaminasi.
Apakah dia masih memiliki kesan seperti itu sekarang? (tertawa)
JY: Manusia berubah, bagaimanapun juga 8 tahun sudah berlalu.
JB: Seberapapun murninya air… (tertawa) Daripada berkata dia telah mengalami perubahan ke arah yang negatif, menurutku, sekarang dia lebih memiliki rasa yang bervariasi dengan tetap menjaga rasa awal yang dia miliki.
Bagaimana kesan pertamamu terhadap Jaebum?
JY: Dia seperti playboy dalam artian kata positif. Jika kita bandingkan kelakuannya dulu dengan sekarang, kini dia menjalani hidupnya dengan pandangan yang serius. Pada awalnya, dia terlihat menjalani hidup dengan sangat santai.
Kapankah kalian merasa kalian berdua sangat cocok?
JB: Dalam kondisi normal sehari-hari, kami sangat cocok, dan kami juga cocok ketika sedang bekerja. Ketika kami bersama, apapun yang kami lakukan, semuanya akan berjalan dengan lancar dan efisien.
Apakah ada hal yang kalian berdua harap tidak akan berubah meskipun waktu akan terus berjalan?
JY: Rasa cinta Hyung terhadap musik masih tetap sama, dari semenjak pertama kali aku bertemu dengannya. Rasanya sudah waktunya itu untuk berubah, kalau boleh jujur. (tertawa)
JB: Jinyoung terlihat seperti lelaki yang sangat disiplin. Dia berusaha menjalankan hidupnya dengan benar bukan karena dipaksakan, tapi karena memang dia sudah terlahir dengan sifat seperti itu.
Kapankah terakhir kali kalian merasa benar-benar bahagia?
JY: Ketika album JJ Project rilis, aku menerima albumnya untuk ditandatangani. Saat itu aku merasa lega karena albumnya dibuat dengan sangat cantik.
JB: Hmm… Aku adalah tipe orang yang tidak bisa merasakan emosi seperti ‘senang’ atau ‘bahagia’ berlebihan. Tapi tentu saja, aku menyukainya saat album kami rilis.
Terus apa dong yang bisa membuat Jaebeom bahagia?
JB: Aku tidak tahu. Aku rasa aku hanya berusaha menjalani hidupku dengan santai. Karena, aku tidak berusaha menjalani hidup hanya untuk merasakan kebahagiaan saja. Menurutku, aku adalah tipe orang yang berpikir bahwa, “Hidup itu ya hidup,” dan tidak terlalu banyak berpikir akan makna yang mungkin tersirat dibaliknya.
Ini adalah momen dimana kami membutuhkan informasi dari Jinyoung lagi. Sebagai seseorang yang selalu berada didekatnya, kapankah kamu merasa Jaebeom itu bahagia?
JY: Saat dia menonton video lucu di YouTube? Kemarin, dia juga tertawa sangat keras sendirian. Ketika aku cek apa yang membuatnya tertawa begitu keras, ternyata dia sedang menonton video yang dibuat oleh seorang rapper berjudul <Designer>. Saat itu, dia terlihat benar-benar senang.
Baru-baru ini, kamu meminta salah seorang membermu, Yugyeom, untuk memberi penilaian akan <Verse 2> dalam satu frase saja. Saya akan meminta kamu melakukan hal yang sama.
JB: Album terbaik! Berdasarkan standarku, ini adalah album terbaik yang dibuat dengan penuh perhitungan. Aku selalu berusaha untuk bekerja keras dalam pembuatan setiap album, tapi untuk album yang satu ini, usahaku lebih spesial. Aku lebih berpartisipasi banyak dalam proses kreatifnya dibandingkan dengan album yang lain. Sebesar itu pula, cinta dan jiwa yang kuberikan dalam pembuatan album ini. Aku juga suka urutan lagu dan desain albumnya.
JY: Tidak ada penyesalan. Rasanya kami sudah menuangkan segala yang kami miliki kedalamnya. Kami jadi tidak memiliki banyak waktu luang karena kami mengerjakan album ini bersama-sama di sela-sela jadwal yang ada. Tapi meskipun begitu, kami menghabiskan waktu luang kami tersebut untuk sebuah kegiatan yang sangat memuaskan sebagai gantinya. Tanpa ada penyesalan sedikitpun.
JB: Dan, karena kami sudah menyelesaikan tugas ini dengan baik, kami juga harus bekerja lebih keras lagi dalam pembuatan album GOT7 selanjutnya.

KR|EN : @Egle0702
Scans : @GGOONERR_
EN|ID : Niya@GOT7Indonesia